Seorang pemahat yang sedang menyelesaikan karya handmade- nya. Sumber gambar: balikami.com Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sampai saat ini terus meningkat signifikan. Kemudahan akses kedalam dunia tanpa batas kini hampir bisa dirasakan oleh setiap orang . Hal tersebut berdampak pula pada dunia perdagangan. Dulu kegiatan produksi merupakan kegiatan padat karya, artinya bahwa kegiatan produksi tersebut memerlukan banyak tenaga manusia yang berdampak pada produktifitas angkatan kerja yang ada, sehinga meminimalisir tingkat pengangguran Namun, seiring berjalannya waktu dengan tingkat permintaan yang terus meningkat menyebabkan tenaga-tenaga manusia harus tergantikan oleh tenaga-tenaga mesin yang memang dari segi kuantitas produk yang dihasilkan jauh lebih banyak . Dengan begitu perusahaan bisa menekan biaya produksi dari pembayaran gaji pegawainya. Akibatnya dengan bergantinya tenaga manusia menjadi tenaga mesin itu menyababkan pengangguran terbuka kembali me...
Sumber gambar: Dok. Pribadi “ Allah itu Maha Besar. Ia tidak memerlukan pembuktian akan kebesaran-Nya. Ia Maha Besar karena Ia ada, apapun yang diperbuat orang atas diri-Nya, sama sekali tidak ada pengaruhnya atas wujud-Nya dan atas kekuasaan-Nya”. Bila engkau menganggap Allah ada hanya karena engkau yang merumuskannya, hakikatnya engkau sudah menjadi kafir. Allah tidak perlu disesali kalau Ia menyulitkan kita. Juga tidak perlu dibela kalau orang menyerang hakikat-Nya. Yang ditakuti berubah adalah persepsi manusia atas hakikat Allah, dengan kemungkinan kesulitan yang di akibatkannya (Al-Hujwiri). Sesuatu yang memerlukan pembelaan hakikatnya sesuatu tersebut memiliki kekurangan. Sehingga memerlukan tambahan berupa pembelaan agar kekurangannya dapat diatasi. Pun begitu ketika kita membela Tuhan, berarti kita menganggap bahwa Tuhan memiliki kekurangan yang perlu kita bela. Tuhan Tidak Perli Dibela merupakan kumpulan tulisan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang tersebar di med...
Sumbergambar: bungkusrokok.com Semilir angin menghempaskan seseorang dalam kesunyian malam. Secangkir kopi hitam dan sebatang rokok menjadi menu santap malamnya. Asep Mulyana, itulah seorang pemuda kelahiran Bandung 17 tahun silam yang kini tengah menikmati hari-harinya setelah hiruk pikuk Ujian Nasional yang ia hadapi. Dipojokan sebuah pos ronda ia dengan penuh kenikmaan merasakan setiap tegukan kopi yang diminumnya. Tak lupa kepulan asap yang senantiasa keluar dari mulut dan hidungnya. Baginya momen saat ini adalah momen yang penuh makna. Hampir 17 tahun aku mengenalnya. Kami lahir ditanah yang sama. Di kampung yang sama. Tetapi dari bapak dan ibu yang berbeda tentunya. Malam ini seperti malam-malam yang biasa kami lalui sebelumnya. Kami habiskan waktu menikmati indahnya malam. Kerlip bintang menghiasa langit malam. Seakan memanggil kami untuk menggapai dan menari-menari dengannya. Biasanya kami melakukan hal ini dihari sabtu malam hinggga minggu pagi, meng...
Comments
Post a Comment