Seorang pemahat yang sedang menyelesaikan karya handmade- nya. Sumber gambar: balikami.com Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sampai saat ini terus meningkat signifikan. Kemudahan akses kedalam dunia tanpa batas kini hampir bisa dirasakan oleh setiap orang . Hal tersebut berdampak pula pada dunia perdagangan. Dulu kegiatan produksi merupakan kegiatan padat karya, artinya bahwa kegiatan produksi tersebut memerlukan banyak tenaga manusia yang berdampak pada produktifitas angkatan kerja yang ada, sehinga meminimalisir tingkat pengangguran Namun, seiring berjalannya waktu dengan tingkat permintaan yang terus meningkat menyebabkan tenaga-tenaga manusia harus tergantikan oleh tenaga-tenaga mesin yang memang dari segi kuantitas produk yang dihasilkan jauh lebih banyak . Dengan begitu perusahaan bisa menekan biaya produksi dari pembayaran gaji pegawainya. Akibatnya dengan bergantinya tenaga manusia menjadi tenaga mesin itu menyababkan pengangguran terbuka kembali me...
Sumbergambar: bungkusrokok.com Semilir angin menghempaskan seseorang dalam kesunyian malam. Secangkir kopi hitam dan sebatang rokok menjadi menu santap malamnya. Asep Mulyana, itulah seorang pemuda kelahiran Bandung 17 tahun silam yang kini tengah menikmati hari-harinya setelah hiruk pikuk Ujian Nasional yang ia hadapi. Dipojokan sebuah pos ronda ia dengan penuh kenikmaan merasakan setiap tegukan kopi yang diminumnya. Tak lupa kepulan asap yang senantiasa keluar dari mulut dan hidungnya. Baginya momen saat ini adalah momen yang penuh makna. Hampir 17 tahun aku mengenalnya. Kami lahir ditanah yang sama. Di kampung yang sama. Tetapi dari bapak dan ibu yang berbeda tentunya. Malam ini seperti malam-malam yang biasa kami lalui sebelumnya. Kami habiskan waktu menikmati indahnya malam. Kerlip bintang menghiasa langit malam. Seakan memanggil kami untuk menggapai dan menari-menari dengannya. Biasanya kami melakukan hal ini dihari sabtu malam hinggga minggu pagi, meng...
Dokumentasi Pribadi Kali ini aku baru selesai membaca sebuah buku yang ditulis oleh dua orang, yakni Sujiwo Tejo dan M. Nursamad Kamba. Judul bukunya cukup 'provokatif': Tuhan Maha Asyik. Ada orang yang mengatakan "Tidak ada asyik dalam 99 nama Tuhan!!!" Ya boleh-boleh saja. Toh, Tuhan pun masih asyik, Ia tidak perlu mendapat 'pembelaan' dari mahkluk-Nya. Disini Tuhan dibicarakan seasyik mungkin, tanpa ketegangan. Tuhan disampaikan melalui kisah-kisah Buchori, Samin, Pangestu, Parwati, Christine, Dharma, Bu Guru, Pak Guru, Orang tua masing-masing, penjual bakso, dan tokoh lainnya. Mereka membicarakan Tuhan seasyik mereka bermain. Setiap kisah memiliki padanan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan. Kisah tersebut menjadi analogi bagaimana pesan inti yang ingin disampaikan. Bukan saja melulu soal doktrin tentang agama. Tapi melebihi itu, melintasi paradigma berpikir yang kebanyakan orang 'beragama' anut. Kisah "Way...
Comments
Post a Comment