Posts

Negeriku Mabuk

Siapa saja yang anti tuhan, dia bukan bagian dari negara siapa saja yang menentang mayoritas dia layak untuk disingkirkan Ada tempat ibadah yang sangat mudah dibangun patungan umatnya atau disuntik pemerintah bertebaran dimana-mana tak peduli ada IMB atau tidak Di pojokan, ada yang ingin beribadah dibubarkan di sisi jalan raya ada yang ingin membangun di halangi, di bakar Tidak menghormati mayoritas, alasannya tidak memilikk izin, dalihnya berbondong-bondong menyeruduk yang lain Di negeriku tak ada yang bebas dari cengkeraman institusi keagamaan yang bersekongkol dengan para fasis kebudayaan Merasa dirinya paling berhak tanpa adanya rasa tanggung jawab obrak-abrik sana-sini tanpa adanya akal pikiran 27 Juli 2020

Korespondensi Kematian

Oh betapa sulitnya untuk mengejar semua sel-sel yang mati dalam tubuh yang senja dalam merah yang tak segar Kental yang mencair bercampur susu yang basi dengan tambahan bola-bola kenyal nan menggemaskan Kening menodai lantai telapak tangan gemetar dan dengkul yang mencoba untuk menahan beban kehidupan Barangsungai pendengarannya masih tajam menangkap sunyi, juga bising yang mengelilingi dan ketegangan yang menjulang Yang keras tak bisa yang lembek apalagi Memudar seperti tembok yang setiap hari disiram hujan dan dipanggang matahari, tanpa usaha membelah diri Isi kepala tak lagi bisa berhubungan dengan segalanya tak ada impuls dari sel-sel yang sudah memuka dengan kematian 26 Juli 2020

Jadi Gini...

Jadi gini sebelum berangkat sekolah baiknya memuntahkan sprema terlebih dahulu agar syaraf-syaraf yang terjepit di harj sebelumnya bisa rileks Jadi gini dari pada minum air putih yang nyatanya bening dianjurkan untuk minum alkohol 40% yang dicampur dengan cairan lain dengan beragam rasa dari buah sampai tahi Jadi gini setelah mengambil air untuk menyucikan tubuh ada kalanya kita harus menutup resleting celana yang terbuka bukannya apa-apa, tapi menghindari angin malam yang dingin Jadi gini dari pada tidak ada sama sekali coba pertimbangkan untuk memilih pasangan yang akan dimasuki, takutnya tidak cocok dengan yang ada 25 Juli 2020

Menggunung

Bagaimana semua berlalu? saat pikiran tak bisa bebas dihantui penampung makanan yang membutuhkan asupan Bagaimana semua bersemi? saat tubuh mulai ringkih berjalan tak semestinya berlari tak tahu arah Bergegas menghampiri distro, di sisi trotoar luas dan sesak pedas dan nikmat Refill bukan hal tabu semua bisa melakukannya awalnya malu-malu lama-lama malu-maluin Kosan domba, 23 Juli 2020

Genting Piano

Meranggas tegas menahan kuat-kuat Genting terpasang satu-satu terbang Melempar dan menangkap mengayun dan menahan Piano berbunyi nada-nada bersemi Genting piano kala jemari menari Melempar dan menekan sampai semua sesuai 22 Juli 2020

Sebelum Budek

Jika waktu itu ia tidak menepi untuk memungut dompet di pinggir jalan. Ia tak akan budek seperti sekarang. Pagi itu, saat di perjalanan pulang setelah shift malam di pabrik. Wanto melihat sebuah dompet tergeletak tak berdaya di pinggir jalan. Masih bagus, hanya sedikit debu yang menempel. Dompet ini pasti jatuh belum lama, pikirnya.  Jalanan masih sepi, tidak banyak lalu lalang kendaraan. Pejalan kaki pun tidak ada. Di kedua arah, dalam radius kira-kira 100 meter, tak nampak orang berjalan di trotoar yang terbuat dari aspal. Dilihatnya isi dompet itu. Ada lima lembar uang 100 ribu. Dan beberapa receh, mulai dari 500 hingga 5000 rupiah. Total uang yang ada di dompet sebesar 555.500 rupiah. Lumayan buat jajan, pikirnya, sambil memasukan uang ke saku celananya. Lantas membuang kembali dompetnya. Kini lebih jauh dari tepi jalan. Di semak-semak. Sebelum tiba di rumahnya. Ia mampir ke warung langganannnya. Pemiliknya adakah kawan karib semada kecil. Biasanya, di akhir pekan, ia akan meng...

Obituari Mati

dihadapanNya tak ada yang bisa mengelak satu-satu di dorong menyusuri jalanan baru seperti belum pernah ada sebelumnya hidupnya mati raga yang kebetulan berdiri tanpa jiwa yang menghuni setiap raga kematiannya sudah terjadi sejak ia masih belia di dunia saat puting masih sering di cecapnya saat keinginan hanya bisa diutarakan hanya dengan satu cara: menangis dalam hidupnya ia mati dalam matinya ia bisa hidup merasakan hal yang selama ini tak dirasa mengalami letupan yang tak sempat dicoba 20 Juli 2020

Sapardi

di bulan Juni, hujan air mata belum turun sajak-sajak itu masih menunggu di bulan Juli, hujan itu benar-benar turun dengan kata yang tak bisa terucap tak ada lagi si Hujan Bulan Juni di bulan Juli dan seterusnya tak ada lagi si Hujan Bulan Juni dalam raga dan lakunya tapi kau tahu yang fana adalah waktu, karyamu abadi tapi kau tahu pada suatu hari nanti, jasadmu tak akan ada lagi tinggal jiwa yang akan mengembara turun dari dunia ke dunia lainnya Untuk Sapardi Djoko Damono (1940-2020) 19 Juli 2020 

Mabuk

Ingin terbang dan nambru seketika sebotol tak cukup sebaskom tak memadai Ingin bebas dan berlaku sedemikian rupa sekali biasa sering jadi tak berasa 18 Juli 2020

Perihal Seseorang yang Terlilit Utang

Apa yang ada di pikiran seseorang yang terlilit utang? Bukan, bukan utang duit. Itu biasa! Mungkin kah ia menjadi pribadi yang senantiasa memikirkan hal tersebut sepanjang waktu? Bisa, iya. Bisa, tidak. Tergantung.  Aku tidak tahu apa sebenarnya tujuan yang akan dicapai? Dan apakah memang setiap orang harus memiliki tujuan? Apabila iya, tujuan itu ditentukan oleh siapa? Apakah orang tersebut memiliki kehendak bebas menentukan tujuannya atau sejak awal sudah di tentukan tujuan masing-masing ada di dunia seperti apa. Pernah aku mendengar, bahwasanya setiap manusia dilahirkan ke dunia dengan tujuannya masing-masing. Meskipun selama hidup orang itu sudah banting tulang melakukan kegiatan yang menurutnya menjadi tujuan hidup, tetapi menurut Sang Empunya itu bukan tujuan hidupnya maka ia tidak akan pernah mencapai tujuannya. Sekeras apa pun ia berusaha. Selunak apa pun ia berdoa. Lantas, bagaimana caranya agar kita mengetahui tujuan hidup dari setiap kita? Apakah itu merupakan sebuah pet...