Posts

Showing posts with the label Opini

Palagan Melawan Narkoba

Image
Sumber Gambar : truepapua.com Artikel pernah tersiar di portal qureta.com  pada 25 februari 2018 Rangkaian penangkapan kapal pengangkut narkoba di perairan Kepulauan Riau beberapa waktu lalu menunjukan pola peredaran narkoba masih begitu masif di Indonesia. Hal tersebut menunjukan bahwa Indonesia masih potensial menjadi pasar bagi kartel narkoba kelas kakap. Penyelundupan tak harus berjumlah kecil. Tak tanggung-tanggung berton-ton obat terlarang tersebut siap di edarkan di Indonesia. Menarik dicatat, sepanjang tahun 2017 BNN, Polri dan Bea Cukai telah menangani kurang lebih 43.000 kasus narkoba yang melibatkan 50.000 tersangka. Narkoba yang berhasil di amankan 4,7 ton meningkat dari tahun 2016 sebesar 3,6 ton dan di awal 2018 ini sudah ada 1,6 ton narkoba yang diamankan dan 3 ton narkoba yang masih dalam pemeriksaan. Begitu besar kuantitas narkoba yang di edarkan di Indonesia. Tentunya hal ini bukan menjadi tantangan bagi aparat penegak hukum semata. Mengingat kete...

Guru Bangsa

Image
Sumber gambar: pixabay.com "Berapa jumlah guru yang masih hidup?" Itu pertanyaan Kaisar Jepang setelah bom atom jatuh di Negeri Sakura tersebut.   Kisah itu beredar luas. Bisa saja mitos, tetapi intinya narasi tersebut memiliki suatu substansi yang valid. Pemimpin Negeri Sakura itu memikirkan pendidikan yang begitu sangat penting bagi kelangsungan negerinya. Ia begitu sadar bahwa yang akan memajukan negerinya bukan melimpah ruahnya sumber daya alam, penduduk yang amat banyak, tetapi pendidikan yang akan membawa kearah mana negeri tersebut akan bergerak. Sejak terpilih menjadi Presiden 2014 lalu. Presiden Joko Widodo mendengungkan suatu gerakan bagi peningkatan kualitas warga Indonesia. Revolusi Mental namanya. Namun, yang terjadi hingga saat ini adalah revolusi infrastruktur. Memang infrastruktur merupakan penopang kehidupan bangsa. Namun sesungguhnya kualitas infrastruktur kehidupan bangsa semata-mata cermin kualitas manusianya. Selama bangsa dan se...

Politik Etis : Celah Yang Dimanfaatkan Bangsa Indonesia

Image
Sumber gambar : wikimedia.org Pertama dan yang utama kita patut bersyukur Kepada Allah Subhanahuwata’ala, bahwa sampai saat ini bangsa Indonesia dapat tumbuh dan berkembang menjadi sebuah bangsa yang besar, tidak hanya besar dalam hal geografisnya, namun pemikiran-pemikiran masyarakatnya. Kebesaran bangsa tersebut tidak terlepas dari peran dunia pendidikan yang sejak zaman Belanda mulai membuka celah bagi kaum pribumi untuk duduk di bangku persekolahan. Adalah “Politik Etis” ( Etische Politiek ) yang diterapkan oleh pemerintahan kolonial Belanda, atas desakan kaum terpelajar di Eropa kepada para penduduk jajahan. Dengan politik etis itu, rencana pendidikan modern (Belanda) mulai dirancang. Sebagaimana kita tahu bahwa pada masa pemerintahan kolonial Belanda, berlaku stratifikasi terhadap penduduk di tanah jajahan. Stratifikasi tersebut menentukan tinggi-rendah derajat masyarakat kala itu. Berturut-turut dari tingkatan atas hingga bawah ialah penduduk Eropa, lalu d...

Masyumi : Pembaruan Islam dan Pergolakan Politik

Image
Sumber gambar : islamoderat.com Pembaharuan pemikiran-pemikiran Islam tidak terlepas dari peran angkatan Muda Muslim yang secara historis lahir dari keluarga-keluarga Masyumi. Pemikiran di kalangan keluarga Masyumi tidak terlepas dari adanya SICS ( Studenten Islam Studies Club ) yang merupakan anak organisasi dari JIB ( Jong Islamieten Bond ) yang mana kelak melahirkan banyak kelompok intelektual Masyumi. Masyumi sendiri merupakan singkatan dari Majelis Syuro Muslimin Indonesia. Pada awalnya, Masyumi berdiri sebagai organisasi Islam pada tahun 1943 tepatnya   tanggal 24 oktober yang merupakan pengganti dari MIAI (Madjlisul Islamil A’laa Indonesia). Setelah proklamasi kemerdekaan Masyumi pun beranjak yang awalnya hanya sebuah organisasi menjadi sebuah partai politik. Kiprah Masyumi dalam Dunia Politik Dalam waktu yang relatif singkat, Masyumi menjadi primadona bagi masyarakat, khususnya masyarakat Islam yang memang merupakan kelompok mayoritas di Indonesia. ...

Merekatkan Keislaman dan Keindonesiaan melalui Pendidikan Kewarganegaraan

Image
Sumber Gambar: sorotindonesia.com Secara empirik, masyarakat Indonesia adalah sebuah masyarakat yang majemuk ( plural society ). Masyarakat majemuk didefinisikan sebagai masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih elemen atau tatanan sosial yang hidup berdampingan, namun tanpa membaur dalam satu unit politik yang tunggal. Indonesia bukan saja negara yang berada dalam pusaran multietnis (seperti Dayak, Bugis, Sunda, Jawa, Batak, dan seterusnya), tetapi juga menjadi medan pertarungan pengaruh multimental dan ideologi (seperti Hinduisme, Budhisme, Islam, kristen, Kapitalisme, Liberalisme, dan seterusnya). Dalam masyarakat Indonesia yang majemuk itu, ada dua istilah yang penting dipahami yaitu kemajemukan (pluralitas) dan keanekaragaman (heterogenitas). Pluralitas sebagai kontraposisi dari singularitas mengindikasikan adanya suatu situasi yang terdiri dari kejamakan. Artinya dalam masyarakat Indonesia dapat dijumpai berbagai subkelompok masyarakat yang tidak bisa disatu kelompokan...