Posts

Bekerja Sepenuh Hati

Ada yang melihat api bekerja, Aan Mansyur Ada yang menembak secara misterius, Seno Gumira Ada yang berbakat menggonggong, Dea Anugrah Ada yang mencinta bunga dilarang, Kuntowijoyo Ada yang ber-Tuhan tak pernah selesai, Goenawan Mohammad Ada yang mengembala kambing saat hujan, Mahfud Ikhwan Tak pernah aku melihat orang yang dengan sengaja bekerja sepenuh hati 15 Oktober 2020

Ikut Berlari

Sepagi itu      merangkak lari dari pintu Memejamkan kebisingan kota      meratapi nasib di tanah rantau Memang      tak banyak yang bisa dilakukan Seperti kau tak bisa      mengobel lubang itu 13 Oktober 2020

Di Beranda Masjid

Di beranda masjid, aku duduk di anak tangga ketujuh di antara hilir mudik kendaraan di jalan raya Tiga orang lain duduk, di bawahku bersandar tiang beton dekat bedug lebih dekat ke jalan Anak dipangku ayahnya ibu memangku gawainya keranjang berisi pepaya di sampingnya tiga buah, berwarna oranye sempurna Sang anak manja dipangkuan ayahnya gelendotan sebelum mereka bangkit dan pergi melanjutkan perjalanannya Pepaya oranye itu masih di sana di dalam keranjang putih dengan lubang di sekelilingnya dan muncul para pesepeda, dari dalam masjid 11 Oktober 2020

Basah

Mimpi          dan basah Lari           dan kalah Bangun           dan ambruk Terbang           dan nyuksruk Kembali kuingat semuanya tentang seorang yang pergi begitu saja tanpa kabar dan undangan tanpa pamit dan perpisahan Kemari sekedar saja kesana menerjang semua kursi, meja dan segalanya papan, kapur dan debunya 10 Oktober 2020

00.26

Hujan turun bersamaan kecil nan menebarkan bulir-bulir air yang tak seperti bulir jeruk dan menyerap di antara tanah Dini hari yang ramai dengan suara air yang berbenturan juga orang-orang yang berpetualang dalam kata-kata penuh kebohongan "Kemari, Nak." Suara yang biasa saja dari seorang tua renta yang berbaring di dipan besi peninggalan mendiang kakek dari kakek kakeknya Aku menghampiri dan duduk di sebelah tangannya yang bergelombang kulitnya membentuk undakan-undakan seperti polisi yang tidur berjejeran di jalanan Hujan semakin deras dan aku masih bisa merasakan nafasnya 9 Oktober 2020

Apa yang harus saya lakukan ketika menemukan seekor kucing yang terperangkap dalam kubangan kata-kata?

Apa yang harus saya lakukan ketika menemukan seekor kucing yang terperangkap dalam kubangan kata-kata? Sebuah luasan berisi air bekas hujan, air pembuangan limbah domestik, dan beragam hal lain yang bersumber darinya, termasuk tahi (lalat). Bisakah seseorang menemukan solusi atas permasalahan yang tidak ada di dunia? Bagaimana solusi tersebut bekerja dalam menyelesaikan masalah yang tidak ada? Apakah akan bekerja maksimal dan hasilnya baik? Atau malah menjadi tidak apa-apa? Mari kita tengok sejenak guguran daun yang belum menyentuh tanah. Ia masih menempel kepada ranting-ranting yang bergoyang. Kepada rumput yang terbakar api cemburu. Kepada rokok yang hanya perlu ditempelkan di dada agar bisa dihisap dan kita dapat mengembuskan asap ke awan. Apakah di balik awan terdapat pesawat yang terperangkap badai? Atau bisa jadi terdapat penumpang, bahkan awak kabin, yang sedang mantap-mantap. Seperti yang pernah terlihat di layar ponsel seseorang. Begitu masifnya penerbangan dari aspal satu ke ...

Alkisah

/1/ Alkisah adalah susunan huruf yang membentuk satu kata. Terdiri atas enam huruf dengan salah satu hurufnya mengalami pengulangan satu kali. Dengan tiga suku kata yang bisa kita ketahui saat melafalkannya: AL-KI-SAH. /2/ Disebuah merupakan modifikasi dari salah satu kata yang memiliki banyak rasa. Buah merupakan kata yang memiliki beragam rasa saat lidah kita bertemu dengannya. Ada manis, masam, pahit, bisa juga asin ketika buah ngora dicocol garam sebelum masuk ke dalam mulut. Kombinasi yang dimaksud dalam 'buah'  ini adalah dengan menambahkan empat huruf didepannya: D-I-S-E. Empat huruf tersebut jika kita sandingkan dengan B-U-A-H, maka akan menghasilkan sebuah kata: DISEBUAH. /3/ Desa kali ini menjadi peran penting dalam menopang tatanan perekonomian. Tagline ekonomi berbasis pedesaan dengan bergulirnya dana desa seperti bola di lapangan hijau. Desa yang dicita-citakan tapi malah habis sawah dan lahannya untuk pembangunan. Ada aspal, beton, atau tambang yang menggantikan w...

Puan & Tuan

Ia mengetok pintu      "Ada yang bisa kubantu?" Ya, tolong lihat selangkangan itu aku meninggalkan bercak disana kini aku membutuhkannya, tolong ambilkan itu untukku.      "Aku tak bisa melakukannya," kataku      "Ibu beserta koleganya sudah memutuskan." Tolonglah kali ini saja tidak bisakah kau merasakan apa yang kami rasa sekali saja      "Tidak bisa!" Teganya kau melakukan itu Puan dan Tuan. 6 Oktober 2020

Keringat

Huh Cape juga rasanya berlari bukan dari kenyataan, tapi dari kejaran semut rangrang ratunya begiu besar tidak seperti para semut lainnya. Aku bersusah payah berguling-guling mencoba menjauh dari kejaran menerjunkan diri dari tempat dan bisa selamat berkat keahlian dadakan. Huh 6 Oktober 2020

Buah-buahan

Saat semua orang sibuk dengan selangkangannya, ia justru asik memainkan buah zakar seekor kuda di pekarangan. Besar bentuknya. Tidak seperti yang ia miliki.  Corak merah dan biru menghiasi tubuh si kuda. Kakinya jenjang seperti sudah biasa menyepak orang-orang yang ingin merebut buah zakar miliknya untuk dipasangkan di selangkangan. Kini berbeda situasinya. Meskipun buah zakar itu dimainkan, si kuda tidak mencoba untuk menyepak orang yang memijatnya. Tapi pun ia tidak merasakan kehangatan seperti sebelum-sebelumnya. Empat puluh jam sebelumnya, ia pamit kepada kekasihnya untuk menghadiri pertemuan bersama rekan saat ia dulu menjadi wartawan. Disebuah rumah di antara kebun-kebun teh yang sudah tak terawat. Tidak ada para pemetik teh yang berlomba memenuhi keranjang di punggungnya. Perjalanan darat ditempuhnya selama 3 jam. Jalan bebas hambatan yang mebabat habis hutan mempercepat perjalanan yang harus ia tempuh. Setidaknya setengah dari total waktu perjalanan bisa dipangkas. Namun, h...